Selasa, 16 Ogos 2011

0 Laman Itu

Dahulu laman itu kelihatan usang
pohon kenanga lemah tunduknya layu
pohon cempaka rebah ditiup bayu
lalang-lalang itu subur tinggi
bagai ingin mencakar langit
tiada lagi kicauan merpati
tiada lagi putihan melati
tiada lagi kilauan mentari
sebahagiannya mati
sebahagiannya membawa diri.

Semalam kujejakkan kaki ke sana
cangkul itu rakus membelah bumi
lalang-lalang itu patah tangkainya
pohon kenanga bingkas tegak berdiri
pohon cempaka pantas bunga menjadi
pohon melati lekas harum mewangi
tanganku bertambah hijau
cantiknya laman memukau
di bawah mentari bersilau.

Kini akan kujaganya sepenuh hati
bagai menjaga anak sendiri
tidak kuharapkan kehadiran unggas
berkicau mewarnai suasana
tidak kuimpikan kelibat mawas
bertandang bersua muka
aku hanya idamkan
kuntuman kenanga hinggap di bahuku
haruman cempaka menusuk hidungku
jambangan melati mendarat di ribaku
hingga ke akhir hayatku.

About the Author

I'm Author description here. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these sentences with your own descriptions. Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter My user

    Other Recommended Posts

  • Peribadi, Tersirat

0 komen:

Catat Ulasan

 
back to top