Ramadan
dikau menjelma jua akhirnya
setelah sebelas purnama tak bersua
kelibatmu dinanti berjuta insan
yang mendambakan kemanisan iman.
Ramadan
bawalah daku yang hina ini
masuk semula ke lembah ibadah
pandulah daku yang masih alpa
jauh dari kepompong dosa
serta fitnah dunia yang penuh pancaroba
mandikanlah daku yang kotor ini
di dalam sungai keampunan yang mengalir deras
menyuci kekotoran batin dan hati
agar di hujung pertemuan
ku laksana bayi yang baru lahir.
Ramadan
didiklah daku berpuasa secara hakiki
berpuasa jasmani dan rohani
bukan sekadar berlapar di siang hari
dan berbuka tatkala terbenamnya mentari
tetapi dikau bimbinglah
bagaimana bisa ku tingkat iman di hati
bagaimana bisa ku sujud sehebat nabi
bagaimana bisa ku rapat pada Ilahi.
Ramadan
jangan biarkan daku terawang-awang lagi
tatkala dikau berlalu nanti
anugerahkan padaku perisai sakti
moga bisaku tepis musuhku pergi
baik yang zahir mahupun yang tersembunyi.
Ramadan
moga kedatanganmu kali ini
kuberoleh rahmat dan keampunan
serta bebas dari disentuh azab neraka.
Ahad, 31 Julai 2011
Jumaat, 29 Julai 2011
0 Kebosanan
Kebosanan
sudah 3 bulan tanganku kaugari
sudah 3 bulan bilikku kaukunci
membuatkan daku separuh mati
ku meronta-ronta melepaskan diri
melepaskan diri dari seksaan minda ini.
Kebosanan
bisikan bisu yang kau ungkap
membuatkan hatiku gelap
menjadikan tubuhku tertiarap
tawaanmu yang bertalu-talu
membuatkan pergerakanku bertambah kaku
menjadikan pertuturanku semakin bisu.
Kebosanan
daku kalah dan rebah
dalam setiap pertempuran denganmu
tiada siaran TV bisa menghambatmu pergi
tiada laman web bisa menghalaumu lari
tiada permainan komputer bisa membunuhmu mati
daku bingung hari demi hari
mendengar celotehmu tak henti-henti.
Kebosanan
kau sudah pasti akan tewas nanti
tatkala tanggal 7 September menjelma
akan kutanamkan azam baru
akan kukumpulkan kekuatan padu
akan kusemarakkan semangat jitu
pertempuran hebat akan meletus
pedang hikmat akan kuhunus
urat sarafmu akan terputus.
sudah 3 bulan tanganku kaugari
sudah 3 bulan bilikku kaukunci
membuatkan daku separuh mati
ku meronta-ronta melepaskan diri
melepaskan diri dari seksaan minda ini.
Kebosanan
bisikan bisu yang kau ungkap
membuatkan hatiku gelap
menjadikan tubuhku tertiarap
tawaanmu yang bertalu-talu
membuatkan pergerakanku bertambah kaku
menjadikan pertuturanku semakin bisu.
Kebosanan
daku kalah dan rebah
dalam setiap pertempuran denganmu
tiada siaran TV bisa menghambatmu pergi
tiada laman web bisa menghalaumu lari
tiada permainan komputer bisa membunuhmu mati
daku bingung hari demi hari
mendengar celotehmu tak henti-henti.
Kebosanan
kau sudah pasti akan tewas nanti
tatkala tanggal 7 September menjelma
akan kutanamkan azam baru
akan kukumpulkan kekuatan padu
akan kusemarakkan semangat jitu
pertempuran hebat akan meletus
pedang hikmat akan kuhunus
urat sarafmu akan terputus.
Labels:
Peribadi


